close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

33.6 C
Jakarta
Sabtu, April 18, 2026

Menteri Keuangan Purbaya Tegas Alumni LPDP yang Viral Soal Kewarganegaraan Anak Terancam Blacklist dan Diminta Kembalikan Dana ‎

Jakarta, JDNews.co.id – Polemik unggahan Dwi Sasetyaningtyas (DS), alumnus penerima beasiswa negara dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), berbuntut panjang. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan kekecewaannya dan mengancam sanksi tegas.

‎Dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026, Senin (23/2/2026), Purbaya menilai pernyataan DS di media sosial sebagai sikap yang tidak mencerminkan tanggung jawab moral seorang penerima beasiswa negara.

‎Ia bahkan menegaskan kemungkinan pemblokiran akses DS di seluruh instansi pemerintahan.

‎“Nanti saya blacklist dia di seluruh pemerintahan, tidak akan bisa masuk,” tegasnya.

‎Tak hanya soal blacklist, Purbaya juga menyebut opsi pengembalian dana beasiswa lengkap dengan bunga.

‎Menurutnya, pimpinan LPDP telah berkomunikasi dengan suami DS dan terdapat indikasi kesediaan untuk mengembalikan dana yang pernah diterima.

‎Kontroversi ini bermula dari unggahan DS yang memperlihatkan dokumen kewarganegaraan Inggris anaknya.

‎Dalam video tersebut, DS menyampaikan kalimat yang memicu gelombang kritik:

‎“I know the world seems unfair. Tapi cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan.”

‎Narasi tersebut dinilai banyak pihak sebagai pernyataan yang problematik, terlebih karena DS merupakan awardee LPDP program yang pendanaannya berasal dari anggaran negara dan pajak masyarakat.

‎Publik mempertanyakan konsistensi antara penerimaan manfaat negara dengan pernyataan yang dianggap merendahkan status kewarganegaraan Indonesia.

‎DS sendiri tercatat sebagai lulusan Institut Teknologi Bandung dan melanjutkan studi magister di Delft University of Technology melalui beasiswa LPDP pada 2015–2017.

‎Selama masa pengabdian 2017–2023, ia disebut aktif dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari penanaman mangrove, pemberdayaan perempuan, hingga pembangunan fasilitas pendidikan di wilayah timur Indonesia.

‎Namun, rekam jejak tersebut kini tertutup oleh polemik yang berkembang luas di ruang publik.
‎Kasus ini menjadi ujian serius bagi LPDP dalam menjaga marwah program beasiswa negara.

‎Di satu sisi, kebebasan berekspresi adalah hak individu. Namun di sisi lain, penerima dana publik dinilai memiliki tanggung jawab etis yang lebih besar terhadap negara yang membiayai pendidikannya.

‎Pernyataan tegas Menteri Keuangan pun menandai bahwa pemerintah tidak ingin polemik ini berlalu tanpa konsekuensi.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait