close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

27.6 C
Jakarta
Sabtu, Maret 14, 2026

Pagar Seng Ditopang Kayu, Sampah Menggunung di Pinggir Jalan Warga Pertanyakan Keseriusan Pengelolaan Kebersihan

Batam, JDNews.co.id – Tumpukan sampah yang menggunung dipinggir Jalan Raya Marina City, Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, kembali menjadi sorotan publik. Dalam foto yang beredar, terlihat pagar seng yang dijadikan pembatas tempat pembuangan sampah harus ditopang dengan beberapa potongan kayu agar tidak roboh akibat tekanan sampah yang terus menumpuk dari dalam. Kamis (12/3/2026)

‎Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana pengelolaan tempat penampungan sampah dilakukan secara darurat. Berbagai jenis limbah rumah tangga seperti plastik, sisa makanan, hingga sampah campuran terlihat meluap dan bahkan menyembul keluar dari celah pagar seng yang sudah berkarat.

‎Ironisnya, lokasi tumpukan sampah itu berada tepat di pinggir jalan yang setiap hari dilalui masyarakat, termasuk pengendara sepeda motor. Kayu-kayu yang dipasang sebagai penahan terlihat hanya menjadi penopang sementara agar pagar seng tidak jebol akibat dorongan sampah dari dalam.

‎Situasi ini memunculkan kekhawatiran baru terkait faktor keselamatan. Jika potongan kayu tersebut tidak lagi mampu menahan tekanan tumpukan sampah, bukan tidak mungkin pagar seng bersama sampah yang menumpuk akan roboh atau longsor ke arah jalan.

‎Apabila hal itu terjadi saat pengendara melintas, dampaknya bisa sangat berbahaya. Sampah yang jatuh mendadak ke badan jalan berpotensi menimpa pengendara sepeda motor, menyebabkan kecelakaan, bahkan menimbulkan korban.

‎Seorang warga yang sering melintas di lokasi tersebut mengaku kondisi itu cukup mengkhawatirkan.

‎“Kalau dilihat, kayunya seperti cuma ditahan seadanya. Kalau sampahnya makin banyak dan kayunya tidak kuat, bisa saja roboh ke jalan. Yang lewat kan banyak motor,” ujarnya.

‎Tokoh masyarakat setempat juga menilai kondisi ini seharusnya tidak terjadi jika pengelolaan kebersihan dilakukan dengan baik dan terencana.

‎“Tempat penampungan sampah seharusnya memiliki fasilitas yang layak, bukan pagar seng yang ditahan kayu seperti ini. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga soal keselamatan masyarakat yang melintas,” katanya.

‎Sementara itu, seorang pengamat kebijakan publik menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya manajemen pengelolaan sampah di lapangan.

‎Menurutnya, jika fasilitas penampungan saja terlihat darurat seperti ini, maka wajar jika publik mulai mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran kebersihan yang setiap tahun dialokasikan pemerintah daerah.

‎“Pengelolaan sampah bukan sekadar menumpuk lalu diangkut. Harus ada sistem yang baik, fasilitas yang memadai, serta pengawasan yang jelas. Jika sampai pagar harus ditopang kayu agar tidak roboh, maka ini menunjukkan ada masalah dalam manajemen pengelolaan di lapangan,” ujarnya.

‎Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah dan dinas terkait perlu segera melakukan evaluasi dan perbaikan, mulai dari penyediaan tempat penampungan yang aman hingga memastikan pengangkutan sampah dilakukan secara rutin.

‎Jika tidak segera ditangani, kondisi seperti ini bukan hanya menciptakan lingkungan yang kotor, tetapi juga berpotensi menjadi ancaman keselamatan bagi masyarakat yang setiap hari melintas di jalan tersebut.

‎Karena itu, masyarakat berharap pemerintah tidak menunggu sampai terjadi insiden terlebih dahulu baru bertindak, melainkan segera mengambil langkah nyata agar persoalan sampah dan potensi bahaya di pinggir jalan tersebut dapat segera diatasi.

Berita Terpopuler

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

22 PNS Pemko Batam Pensiun: Dedikasi dan Ucapan Terima Kasih

JDNews.co.id, Batam – Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi (HMR), diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, H Jefridin, melepas dan menyerahkan Surat Keputusan (SK)...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketua HMI MPO Cabang Batam Soroti Pembiaran Peredaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Dinilai Gagal

JDNews.co.id, Batam – Ketua Umum HMI MPO Cabang Batam Madani, Bachtiar Hadi, dengan tegas menyoroti semakin masifnya peredaran rokok ilegal di Kota Batam. Rokok...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait