close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

30.8 C
Jakarta
Senin, Agustus 3, 2026

‎Sorotan Anggaran KDMP Rp212 Triliun Harga AC 2 PK Rp19 Juta dan Rak Display Rp57 Juta Jadi Sorotan ‎

‎Batam, JDNews.co.id – Rincian anggaran pengadaan barang untuk operasional Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang viral di media sosial kembali memantik sorotan. Dokumen yang disebut bersumber dari Tempo itu memuat estimasi belanja mencapai sekitar Rp212 triliun, dengan sejumlah item yang dinilai memiliki harga jauh di atas perkiraan pasar. Senin (3/8/2026)

‎Salah satu yang paling banyak dipertanyakan adalah pengadaan AC 2 PK yang tercantum sekitar Rp19 juta per unit. Nilai tersebut memicu kritik karena di pasaran, banyak produk AC 2 PK dari berbagai merek dijual dalam kisaran yang umumnya lebih rendah, meski harga akhir dapat berbeda bergantung pada spesifikasi, fitur, biaya instalasi, maupun kebutuhan teknis lainnya.

‎Tak hanya itu, rak display yang tercantum mencapai Rp57 juta per unit juga menjadi perhatian. Publik mempertanyakan dasar perhitungan harga tersebut, termasuk spesifikasi barang, material, ukuran, hingga komponen biaya yang membuat nilainya mencapai puluhan juta rupiah.

‎Selain AC dan rak display, daftar pengadaan juga mencakup truk, mobil pikap, sepeda motor roda tiga, serta berbagai perlengkapan operasional lainnya.

‎Besarnya nilai anggaran memunculkan tuntutan agar seluruh proses pengadaan dilakukan secara transparan, efisien, dan akuntabel, mengingat sumber pembiayaan pada akhirnya berkaitan dengan keuangan negara.

‎Sebelumnya, pemerintah menyatakan telah menyiapkan skema pendanaan hingga Rp240 triliun untuk Program Koperasi Desa Merah Putih selama enam tahun. Pemerintah menegaskan dana tersebut bukan hibah, melainkan pembiayaan yang berasal dari pinjaman bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

‎Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, sebagaimana dikutip Kontan TV, menjelaskan pemerintah akan menanggung pembayaran pokok dan bunga pinjaman koperasi. Namun, fasilitas tersebut hanya diberikan kepada koperasi yang dinyatakan lolos audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

‎Besarnya angka anggaran membuat masyarakat berharap pemerintah segera membuka rincian spesifikasi teknis, metode penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), serta mekanisme pengadaan setiap item. Keterbukaan informasi dinilai penting untuk mencegah munculnya spekulasi, sekaligus memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

‎Di tengah upaya pemerintah memperkuat ekonomi desa, transparansi bukan sekadar tuntutan, melainkan prasyarat utama untuk menjaga kepercayaan publik. Apabila harga-harga tersebut memang sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan teknis tertentu, penjelasan yang terbuka akan menjadi langkah penting untuk menghindari polemik. Sebaliknya, apabila ditemukan ketidaksesuaian, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar prinsip efisiensi dan tata kelola keuangan yang baik tetap terjaga.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait