close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

36.6 C
Jakarta
Jumat, Agustus 14, 2026

Dari Pemuda hingga Pengusaha, FGD DPD RI Kepri Himpun Suara Masyarakat untuk RUU Daerah Kepulauan

Jdnews.co.id , BATAM – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Daerah Kepulauan mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat Kepulauan Riau. Hal tersebut terlihat dalam Focus Group Discussion (FGD) “Penyerapan Aspirasi Masyarakat terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Daerah Kepulauan” yang digelar Kantor Daerah DPD RI Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (13/8/2026), di Ruang Rapat Lantai I, Graha Kadin Blok B, Batam Center, Kota Batam.

Forum tersebut tidak hanya diikuti unsur pemerintahan dan legislasi, tetapi juga melibatkan aktivis, Karang Taruna, anggota PWMOI Kepri, Forum Himpunan Mahasiswa Islam Minang Kepri (FORAHMI Kepri), pengusaha, Pemuda Tarbiyah, penggiat Pendidikan Luar Biasa (PLB), organisasi mahasiswa serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Keterlibatan lintas kelompok ini menjadi bagian dari upaya memperluas ruang partisipasi publik dalam penyusunan kebijakan yang berkaitan langsung dengan masa depan daerah kepulauan.

Kepala Kantor Daerah DPD RI Provinsi Kepulauan Riau Budi Fitra Helmi, S.S., M.M., dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya aspirasi masyarakat sebagai bahan dalam penyempurnaan RUU. Menurutnya, karakteristik Kepri yang didominasi wilayah laut, memiliki banyak pulau serta berada di kawasan perbatasan membutuhkan kebijakan yang mampu menjawab persoalan konektivitas, pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, ekonomi maritim dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPW PWMOI Kepri sekaligus Ketua IKA UNAND Kepri Dr.c. Hendri, S.Si., M.E., mendorong agar RUU Daerah Kepulauan tidak berhenti pada pengakuan terhadap karakter geografis, tetapi menghasilkan kebijakan yang memberikan empat keadilan, yakni keadilan fiskal, keadilan teritorial, keadilan ekonomi dan keadilan generasi. Ia menilai seluruh kabupaten dan kota di Kepri harus memperoleh kesempatan berkembang sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing.

FGD tersebut diharapkan menghasilkan inventarisasi aspirasi dan rekomendasi konkret yang dapat menjadi bahan masukan bagi Anggota DPD RI dalam pembahasan RUU Daerah Kepulauan. Dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat, regulasi yang nantinya dihasilkan diharapkan mampu menjangkau seluruh lini, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, kepemudaan, dunia usaha, pelayanan publik hingga perlindungan lingkungan, sehingga pembangunan Kepulauan Riau dapat berlangsung lebih adil, merata dan berkelanjutan.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait