close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

27.7 C
Jakarta
Kamis, April 30, 2026

Gunung Marapi di Sumatera Barat Erupsi Dua Kali, Waspada Bahaya Lahar

JDNews.co.id, Sumatera Barat, 14 September 2024 – Gunung Marapi, salah satu gunung berapi aktif di Sumatera Barat, dilaporkan mengalami dua erupsi pada hari ini. Erupsi ini memicu kekhawatiran di kalangan penduduk sekitar akibat potensi bahaya material vulkanik dan lahar.

Badan Geologi Indonesia mengonfirmasi bahwa erupsi tersebut mengeluarkan abu vulkanik setinggi beberapa kilometer ke atmosfer, dan menutupi area di sekitar gunung dengan abu tipis. Selain abu, erupsi juga membawa ancaman material padat yang dapat menyebabkan longsoran lahar, terutama jika terjadi hujan.

Peringatan Lahar
Pihak berwenang mengeluarkan peringatan waspada untuk masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai dan lereng Gunung Marapi. Lahar, yang merupakan campuran material vulkanik dan air, sangat berbahaya karena dapat bergerak cepat dan merusak bangunan serta infrastruktur di jalurnya. Masyarakat diminta untuk menghindari daerah aliran sungai yang berpotensi dilalui lahar.

Tindakan Pengamanan
Sejumlah langkah pengamanan sudah mulai diterapkan oleh tim tanggap darurat, termasuk:

  • Evakuasi Penduduk: Sebagian penduduk yang berada di radius tertentu dari gunung telah dievakuasi untuk mencegah dampak buruk dari erupsi dan lahar.
  • Pemantauan Intensif: Pihak vulkanologi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memantau aktivitas gunung untuk mengantisipasi erupsi susulan atau peningkatan aktivitas vulkanik lainnya.
  • Pembagian Masker: Masker telah dibagikan kepada warga di sekitar area terdampak abu vulkanik untuk melindungi kesehatan pernapasan mereka.

Imbauan bagi Warga
Masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Marapi diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari petugas setempat. Bagi warga yang beraktivitas di luar rumah, dianjurkan menggunakan masker dan pelindung mata untuk menghindari dampak buruk abu vulkanik.

Gunung Marapi telah beberapa kali mengalami erupsi dalam beberapa tahun terakhir. Para ahli vulkanologi mengingatkan bahwa potensi erupsi susulan masih ada, sehingga warga diminta untuk terus memperbarui informasi dari pihak berwenang dan menghindari area berbahaya.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait