close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

32.5 C
Jakarta
Sabtu, Mei 2, 2026

Indonesia Angkat Suara Soal Serangan India ke Pakistan: Prioritaskan Dialog, Bukan Senjata

JDNews.co.id – Pemerintah Indonesia akhirnya angkat suara terkait ketegangan terbaru antara India dan Pakistan, setelah serangan udara dilaporkan terjadi di wilayah perbatasan kedua negara. Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa Indonesia mendorong kedua negara untuk menahan diri dan mengutamakan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.

“Indonesia sangat prihatin atas meningkatnya eskalasi di kawasan Asia Selatan. Kami menyerukan agar India dan Pakistan mengedepankan dialog dan menahan diri dari segala bentuk tindakan yang dapat memperburuk situasi,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Selasa (7/5).

Serangan udara India yang diklaim sebagai respons terhadap aktivitas terorisme lintas batas ini mendapat perhatian luas dari komunitas internasional. Pakistan membantah tuduhan tersebut dan menyatakan siap membalas jika ada pelanggaran wilayah yang lebih jauh. Ketegangan ini memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik terbuka antara dua negara yang sama-sama memiliki senjata nuklir.

Indonesia, sebagai negara dengan tradisi diplomasi aktif dan prinsip bebas-aktif dalam politik luar negeri, menilai bahwa kekerasan hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat sipil di kedua negara. Oleh karena itu, Jakarta mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara-negara sahabat untuk turut berperan meredakan konflik ini.

“Solusi jangka panjang hanya bisa dicapai jika kedua pihak duduk bersama dan membuka ruang dialog yang jujur dan setara,” lanjut pernyataan Kemlu RI. Indonesia juga menyatakan siap mendukung setiap upaya mediasi yang bertujuan menciptakan perdamaian berkelanjutan di kawasan tersebut.

Konflik antara India dan Pakistan bukan hal baru, terutama menyangkut wilayah Kashmir yang menjadi sumber ketegangan selama puluhan tahun. Namun, Indonesia menilai bahwa di tengah tantangan global saat ini, pendekatan damai jauh lebih relevan dan mendesak dibandingkan kekuatan militer. Pemerintah RI berharap semua pihak dapat menahan diri dan fokus pada kepentingan rakyat masing-masing yang mendambakan hidup dalam damai dan aman.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait