close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

32.5 C
Jakarta
Sabtu, Mei 2, 2026

Budaya Kerja Cerdas dan Hemat Energi, Strategi Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan

JDNews.com, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong transformasi budaya kerja sekaligus gerakan hemat energi sebagai strategi nasional untuk memperkuat ketahanan sektor pendidikan yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa perubahan ini tidak hanya menyasar pola kerja birokrasi, tetapi juga memastikan layanan pendidikan tetap optimal dan mudah diakses masyarakat.

“Transformasi ini bukan mengurangi layanan, melainkan memastikan layanan tetap hadir secara maksimal dengan cara kerja yang lebih cerdas dan efisien,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Senin (6/4/2026).

Transformasi budaya kerja dibangun di atas tiga pilar utama. Pertama, pemerataan akses dan keadilan layanan, memastikan seluruh program pendidikan berjalan lancar melalui berbagai kanal. Kedua, relevansi masa depan melalui digitalisasi dan budaya kerja adaptif, memperkuat sistem pendidikan yang inovatif. Ketiga, partisipasi semesta, melibatkan ASN, satuan pendidikan, dan masyarakat secara aktif.

Sebagai bagian implementasi, pemerintah memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN satu hari dalam sepekan, setiap Jumat, mulai 1 April 2026. Pelaksanaan kebijakan ini akan dievaluasi menyeluruh setelah dua bulan.

Abdul Mu’ti menegaskan, WFH tidak mengurangi tanggung jawab aparatur dalam memberikan layanan publik. “WFH bukan berarti libur. ASN tetap bekerja penuh tanggung jawab dari lokasi berbeda, sementara layanan kepada masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.

Di sisi layanan, Unit Layanan Terpadu (ULT) tetap responsif melalui berbagai kanal, termasuk tatap muka, posel, WhatsApp, dan telepon. Kegiatan belajar mengajar pun berjalan normal, dengan guru hadir sesuai kebutuhan pembelajaran di sekolah.

Selain transformasi budaya kerja, Kemendikdasmen menguatkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai praktik hemat energi di lingkungan pendidikan.

Menteri Mu’ti mengajak seluruh elemen masyarakat memulai langkah sederhana, seperti menggunakan transportasi publik, bersepeda, berjalan kaki, dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi secara berlebihan, khususnya untuk aktivitas ke sekolah. Ia juga mendorong pemerintah daerah menyediakan infrastruktur pendukung, seperti jalur sepeda dan ruang publik yang ramah lingkungan.

“Ini momentum untuk membangun kebiasaan baru yang lebih baik—hemat energi, peduli lingkungan, dan tetap produktif,” kata Abdul Mu’ti.

Gerakan ini diharapkan membentuk karakter peserta didik yang peduli lingkungan sekaligus menciptakan ekosistem sekolah bersih, sehat, dan berkelanjutan. Dengan sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, dan masyarakat, Kemendikdasmen optimistis transformasi ini akan memperkuat kualitas layanan pendidikan sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju masa depan yang lebih efisien dan berdaya saing.

Sumber: Infopublik.id

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait