close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.9 C
Jakarta
Kamis, April 16, 2026

Pemprov DKI Matangkan ERP, Pengendara Siap-Siap Rogoh Kocek

JDNews.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mematangkan rencana penerapan sistem jalan berbayar elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP). Sistem ini dirancang untuk mengurangi kemacetan yang semakin parah di sejumlah ruas jalan utama Ibu Kota. Dalam waktu dekat, kebijakan ini akan memasuki tahap uji publik sebagai bagian dari proses finalisasi sebelum resmi diberlakukan.

ERP akan diterapkan di ruas-ruas jalan yang selama ini dikenal padat, seperti Jalan Sudirman, MH Thamrin, dan Gatot Subroto. Melalui kebijakan ini, setiap kendaraan yang melintas akan dikenakan tarif tertentu secara otomatis tanpa palang pintu, mirip seperti sistem tol elektronik. Besaran tarif masih dalam tahap pembahasan, namun diperkirakan berkisar antara Rp5.000 hingga Rp20.000 per sekali lewat, tergantung pada jenis kendaraan dan waktu tempuh.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa ERP bukan semata-mata soal pungutan, melainkan bagian dari upaya mengendalikan volume kendaraan pribadi. “Kami ingin mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi umum yang kini sudah jauh lebih baik dan terintegrasi,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa penerapan ERP akan dilakukan secara bertahap agar masyarakat bisa menyesuaikan diri.

Sebagai langkah persiapan, Dishub DKI telah memasang kamera pemantau dan alat deteksi kendaraan di sejumlah titik potensial. Selain itu, sistem pembayaran non-tunai dan integrasi data kendaraan tengah diuji untuk memastikan akurasi dan efisiensi pelaksanaannya. Nantinya, kendaraan yang tak membayar akan langsung terekam dan dikenai sanksi administratif sesuai regulasi.

Meski banyak yang mendukung sebagai solusi jangka panjang mengatasi kemacetan, sebagian warga mengaku khawatir akan beban biaya tambahan. Namun Pemprov DKI memastikan bahwa kebijakan ini akan disertai sosialisasi masif, termasuk simulasi tarif dan pelatihan teknis bagi pengendara. Pemerintah juga menjanjikan bahwa hasil pungutan ERP akan dikembalikan untuk peningkatan layanan transportasi publik.

Dengan langkah serius ini, Pemprov DKI berharap bisa menekan laju pertumbuhan kendaraan pribadi dan menciptakan mobilitas kota yang lebih tertib dan efisien. Pengendara pun diimbau mulai mempertimbangkan opsi transportasi umum agar tidak kaget saat ERP benar-benar diterapkan. Jakarta sedang berbenah, dan keterlibatan warga menjadi kunci suksesnya kebijakan ini.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait