close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

32.1 C
Jakarta
Kamis, April 23, 2026

Kemenko PMK Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Flu Burung dengan Deteksi Dini dan Koordinasi Lintas Sektor

JDNews.co.id, Jakarta– Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK, Sukadiono, menegaskan perlunya langkah antisipatif menghadapi ancaman flu burung yang semakin mengkhawatirkan. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektor untuk memperkuat kewaspadaan dan kesiapsiagaan nasional.

“Risiko lintas spesies flu burung, termasuk pada manusia, terus meningkat secara global. Kita harus mengutamakan deteksi dini, pengawasan ketat, serta sinergi antarsektor untuk menghadapi tantangan ini,” ujar Sukadiono, Sabtu (18/1/2025).

Ia menekankan pentingnya riset berbasis teknologi deteksi dini sebagai prioritas utama dalam mencegah potensi pandemi. Selain itu, koordinasi erat antara sektor manusia, hewan, dan lingkungan dinilai menjadi kunci keberhasilan langkah mitigasi. “BRIN harus memimpin pengembangan teknologi deteksi dini. Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar upaya pencegahan dan mitigasi berjalan efektif,” tambahnya.

Rapat ini juga membahas perkembangan global flu burung, termasuk kasus kematian pertama akibat H5N1 di Amerika Serikat dan Cambodia, serta penyebaran virus melalui burung liar hingga mamalia seperti sapi perah di Amerika. Di Tiongkok dan Eropa, peningkatan kasus pada manusia dan hewan turut menjadi perhatian.

Sebagai respons, Indonesia telah memiliki kerangka regulasi, di antaranya Permenko PMK No. 7 Tahun 2022 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis, serta Keputusan Menko PMK No. 20 Tahun 2024 tentang Tim Koordinasi Pusat Pencegahan Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru.

Sukadiono menambahkan bahwa tindak lanjut rapat ini mencakup penguatan lintas kementerian dan lembaga, terutama pada aspek pengawasan dan deteksi dini, sistem laboratorium, mekanisme koordinasi, kesiapsiagaan, penelitian, anggaran, tata laksana, serta analisis dan manajemen risiko.

Testing dan surveilans pada hewan mamalia, satwa liar, serta pekerja peternakan juga menjadi fokus mitigasi ancaman flu burung. Mitra pembangunan seperti FAO, WHO, CDC Indonesia, dan asosiasi profesi turut dilibatkan untuk memberikan masukan dalam penyusunan rencana aksi nasional.

Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas dan Ketahanan Kesehatan Kemenko PMK, Nancy Dian Anggraeni, menyoroti pentingnya penguatan regulasi, kesiapan SDM lintas sektor, serta pendanaan preventif untuk mendukung deteksi dini. “Kita belajar dari wabah flu burung 2005–2017, dengan tingkat kematian manusia yang mencapai 87 persen. Pandemi serupa harus dicegah atau diminimalkan dampaknya,” tegas Nancy. sumber: infopublik.id

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait