close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

30.8 C
Jakarta
Rabu, April 29, 2026

Kenapa Pecinta Kopi Rela ke Ujung Dunia Demi Secangkir Kopi Kintamani?

JDNews.co.id – Di balik hamparan hijau kebun jeruk dan sawah terasering yang memesona, tersembunyi sebuah surga bagi pencinta kopi: Kintamani. Nama ini tak hanya merujuk pada destinasi wisata alam yang eksotis, tapi juga pada salah satu kopi arabika terbaik yang lahir dari tanah vulkanik di lereng Gunung Batur, Bali.

Kopi Kintamani memiliki ciri khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Rasa asam segar seperti buah sitrus, berpadu dengan aroma floral dan aftertaste ringan yang bersih di mulut. Karakter rasa yang unik ini berasal dari tanah subur daerah pegunungan serta metode tumpang sari dengan tanaman jeruk yang sudah lama menjadi tradisi di wilayah ini.

Bukan hal aneh bila para pencinta kopi dari berbagai belahan dunia rela menempuh perjalanan panjang ke Bali hanya untuk mencicipi kopi ini langsung dari sumbernya. Bukan hanya soal rasa, tapi juga pengalaman. Duduk di warung kopi sederhana dengan latar pemandangan gunung dan danau, sambil menyeruput kopi hangat, menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

Di Kintamani, kopi bukan sekadar minuman. Ia menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Petani kopi di sini tidak hanya menjaga cita rasa, tapi juga merawat tradisi. Proses pasca-panen dilakukan secara alami, dengan pengeringan sinar matahari dan fermentasi alami yang memperkaya cita rasa biji kopi.

Keunikan lain dari kopi Kintamani adalah statusnya sebagai kopi berlabel Indikasi Geografis (IG) pertama di Indonesia. Artinya, hanya kopi yang berasal dari wilayah ini yang berhak menyandang nama “Kintamani.” Hal ini menunjukkan betapa pentingnya asal-usul dan kualitas dalam menjaga keistimewaan kopi tersebut di pasar global.

Jadi, mengapa banyak orang rela datang jauh-jauh hanya untuk mencicipi kopi Kintamani? Karena setiap cangkirnya bukan hanya menyuguhkan rasa, tetapi juga membawa cerita tentang alam, tradisi, dan harmoni hidup masyarakat Bali. Sebuah pengalaman yang tak bisa dibeli di tempat lain, hanya bisa dirasakan langsung dari sumbernya.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait