close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

32.4 C
Jakarta
Kamis, April 30, 2026

Hangat dan Menggugah Selera: Begini Cara Orang Tua Dulu Mengolah Daun Pakis dan Udang Jadi Gulai Istimewa

JDNews.co.id – Di balik sederhananya bahan-bahan dapur tradisional, tersimpan kekayaan rasa dan kenangan masa lalu yang tak ternilai. Salah satunya adalah gulai daun pakis dengan udang—masakan khas yang dahulu kerap tersaji di meja makan keluarga, terutama di daerah Sumatera dan sekitarnya. Makanan ini bukan hanya sekadar hidangan, tetapi juga simbol kehangatan keluarga dan kearifan lokal dalam mengolah hasil alam.

Daun pakis, sayuran liar yang tumbuh subur di daerah lembap, ternyata punya tekstur lembut dan rasa khas yang cocok untuk beragam olahan. Orang tua zaman dulu biasanya memetiknya langsung dari kebun atau pinggiran sungai, memastikan daun yang diambil masih muda dan segar. Sementara itu, udang—baik air tawar maupun laut—dipilih yang berukuran sedang agar tak terlalu dominan, melainkan menyatu sempurna dengan kuah gulai yang kaya rempah.

Proses memasaknya pun penuh kesabaran. Pertama, daun pakis dibersihkan dan direbus sebentar agar lebih empuk. Udang dibersihkan, lalu disisihkan. Di wajan lain, bumbu halus seperti cabai merah, bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, dan jahe ditumis hingga harum. Santan kental kemudian dituangkan, dan diaduk perlahan agar tidak pecah. Setelah bumbu matang, udang dan daun pakis dimasukkan, dimasak hingga semua bahan menyatu dalam satu aroma yang menggoda.

Gulai daun pakis dan udang ini bukan sekadar enak disantap, tapi juga sarat manfaat. Daun pakis dikenal kaya akan serat dan zat besi, sementara udang mengandung protein tinggi. Kombinasi ini membuat gulai ini bukan hanya lezat, tapi juga menyehatkan. Tak heran jika para orang tua zaman dulu percaya, hidangan ini bisa memberi tenaga ekstra untuk beraktivitas seharian.

Kini, gulai ini memang mulai jarang ditemukan, terutama di perkotaan. Tapi di beberapa daerah, seperti di pedalaman Sumatera Barat atau desa-desa di pesisir timur Sumatera, tradisi memasak gulai daun pakis dan udang masih terus dilestarikan. Bahkan, beberapa rumah makan tradisional menjadikan menu ini sebagai andalan, menarik wisatawan yang ingin mencicipi cita rasa otentik kampung halaman.

Menghidangkan gulai ini di rumah bisa jadi cara sederhana untuk mengenang masa lalu. Aroma santan dan rempah yang menguar dari dapur, ditambah rasa gurih udang dan lembutnya daun pakis, akan membawa kita pada kenangan makan siang bersama keluarga besar di bawah rindangnya pohon mangga. Hangat, menggugah selera, dan tak lekang oleh waktu.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait