close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

27.9 C
Jakarta
Rabu, April 29, 2026

Kenapa Lapis Legit Selalu Jadi Primadona? Jawabannya Ada di Sejarahnya yang Kaya Rasa

JDNews.co.id – Kue lapis legit dikenal sebagai salah satu kue tradisional Indonesia yang istimewa. Cita rasanya manis dan kaya rempah, tampilannya menggoda dengan lapisan-lapisan rapi berwarna cokelat keemasan. Tak heran, kue ini sering hadir dalam momen-momen penting seperti hari raya, pesta pernikahan, atau acara keluarga. Namun, di balik kelezatannya, kue lapis legit punya sejarah panjang yang menarik untuk disimak.

Asal-usul kue lapis legit berakar dari masa kolonial Belanda di Indonesia. Pada awalnya, kue ini merupakan adaptasi dari kue lapis Eropa bernama spekkoek, yang secara harfiah berarti “kue lemak”. Para nyonya Belanda yang tinggal di Hindia Belanda mencoba mengolah kue tersebut dengan sentuhan lokal. Mereka menambahkan rempah-rempah khas Indonesia seperti kayu manis, cengkeh, kapulaga, dan pala rempah-rempah mahal yang kala itu hanya tumbuh subur di Nusantara.

Teknik pembuatannya yang unik juga menjadi daya tarik tersendiri. Lapis legit dibuat dengan cara menuang adonan sedikit demi sedikit, lalu dipanggang lapis demi lapis. Setiap lapisan harus matang sempurna sebelum adonan berikutnya ditambahkan. Tak heran bila pembuatan kue ini bisa memakan waktu berjam-jam. Ketelitian dan kesabaran menjadi kunci agar hasil akhirnya tampil cantik dan cita rasanya merata.

Selain rasa yang lezat, lapis legit juga dianggap sebagai simbol kemakmuran. Banyak orang percaya bahwa lapisan-lapisan kue mencerminkan keberkahan yang berlapis-lapis pula. Karena itulah, kue ini kerap dijadikan hantaran atau sajian dalam perayaan-perayaan penting, terutama pada Tahun Baru Imlek dan Lebaran.

Meskipun bahan dasarnya terbilang sederhana tepung, telur, mentega, dan gula namun kualitas rasa kue ini sangat bergantung pada proporsi bahan dan keterampilan pembuatnya. Di tangan yang tepat, lapis legit bisa menjadi kue premium dengan harga yang tidak murah. Beberapa toko kue ternama bahkan menyimpan resep rahasia turun-temurun untuk menjaga cita rasa khasnya.

Kini, lapis legit telah menjadi warisan kuliner yang membanggakan. Tidak hanya digemari di dalam negeri, kue ini juga telah menembus pasar internasional sebagai salah satu simbol kelezatan Indonesia. Dari warisan kolonial menjadi ikon budaya lokal, lapis legit membuktikan bahwa rasa dan tradisi bisa berpadu harmonis dalam sepotong kue.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait