close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

33.3 C
Jakarta
Rabu, April 22, 2026

Manufaktur Indonesia Melesat: Kini di Papan Atas Dunia, Di Atas Vietnam-Thailand

JDNews.co.id – Industri manufaktur Indonesia mencatat sejarah baru. Dalam laporan terkini dari lembaga riset global, posisi Indonesia dalam sektor manufaktur kini melampaui Vietnam dan Thailand dua negara yang selama ini dianggap sebagai pesaing utama di kawasan Asia Tenggara. Ini menjadi bukti bahwa upaya transformasi industri dan kebijakan strategis pemerintah mulai membuahkan hasil nyata.

Data dari United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) menunjukkan bahwa kontribusi sektor manufaktur Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai angka yang signifikan, menjadikannya negara dengan basis industri terbesar di ASEAN. Bahkan secara global, posisi Indonesia kini masuk dalam jajaran 10 besar negara dengan sektor manufaktur paling kuat, mengungguli beberapa negara Asia yang selama ini dikenal sebagai “macan industri.”

Peningkatan ini tak lepas dari peran sektor otomotif, elektronik, makanan-minuman, serta industri kimia yang terus berkembang. Berbagai kebijakan insentif, seperti tax holiday dan kemudahan perizinan melalui OSS (Online Single Submission), turut mendorong masuknya investasi asing. Tak hanya itu, pelaku industri lokal juga makin kompetitif berkat digitalisasi proses produksi dan adopsi teknologi industri 4.0.

Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomi Indonesia adalah menuju negara industri tangguh. Visi ini diperkuat melalui program Making Indonesia 4.0 yang menargetkan Indonesia menjadi kekuatan manufaktur global. Pemerintah juga aktif membangun infrastruktur logistik dan energi untuk memperkuat rantai pasok nasional.

Namun, tantangan masih ada. Ketersediaan tenaga kerja terampil, stabilitas pasokan bahan baku, dan efisiensi energi menjadi fokus perbaikan ke depan. Meski demikian, pencapaian ini memberi optimisme bahwa Indonesia berada di jalur yang benar dalam mewujudkan kemandirian industri dan daya saing global.

Kebangkitan sektor manufaktur ini bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang kepercayaan diri nasional. Ketika Indonesia mulai dikenal bukan hanya sebagai negara penghasil bahan mentah, tetapi juga sebagai pusat produksi global, maka saat itulah nilai tambah ekonomi dan kesejahteraan rakyat bisa meningkat secara berkelanjutan.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait