close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

32.5 C
Jakarta
Senin, April 27, 2026

Lahan Bersertifikat Warga Dikuasai PT Putra Lapan, Ketua DPRD Kepri Diduga Terlibat

JDNews.co.id, Batam — Di negeri yang katanya menjunjung hukum, sebuah keluarga di Bukit Harimau justru harus menghadapi kenyataan pahit: rumah mereka diusik, hak mereka digugat, dan tanah bersertifikat yang mereka miliki sejak 2006 dipertanyakan oleh segelintir elite.

Kisah getir ini dimulai ketika PT Putra Lapan, sebuah perusahaan swasta yang namanya tiba-tiba mencuat, muncul dan mengklaim lahan milik Ir. Kumhal Djamil. Aneh bin ajaib, klaim itu didukung oleh surat PL (Penunjukan Lahan) yang diduga diterbitkan oleh BP Batam—di atas tanah yang sudah jelas memiliki sertifikat resmi yang sah secara hukum negara.

Siapa yang memberi mereka kuasa? Siapa yang membuka jalan? Siapa yang diam saat ketidakadilan melaju?

Hukum Diperlakukan Seperti Mainan

Apa gunanya sertifikat tanah jika sewaktu-waktu bisa dikalahkan oleh secarik surat dari lembaga yang seharusnya melindungi rakyat? Dalam kasus ini, hukum seakan tunduk pada kekuatan modal. Aparat yang seharusnya netral, malah terkesan menjauh. Pemerintah daerah pun bungkam.

Warga yang seharusnya dilindungi, malah merasa seperti pendatang di tanah sendiri. Sementara perusahaan terus melangkah dengan percaya diri—seolah tahu bahwa tak akan ada yang bisa menghentikan mereka.

Nama Besar di Balik Nama Perusahaan

Bukan rahasia, nama Riki Lim kerap dikaitkan dengan PT Putra Lapan. Lebih mencengangkan lagi, ia disebut memiliki kedekatan dengan Iman Sutiawan, Ketua DPRD Kepri. Apakah ini hanya kebetulan? Atau ada jaringan kekuasaan yang sedang bergerak diam-diam?

Publik pun tak tinggal diam. Dugaan bahwa BP Batam ikut serta dalam legalisasi perampasan ini menguat setelah terungkap adanya PL yang dikeluarkan di atas tanah bersertifikat. Ini bukan hanya pelanggaran administratif, ini bisa jadi bentuk kejahatan sistematis.

Pernyataan Tegas: Rakyat Tidak Akan Menyerah

Namun tidak semua bisa dibeli. Tidak semua akan diam. Ir. Kumhal Djamil, lewat kuasa hukumnya Advokat Norayanti Simaremare, SH, CPM, menyatakan dengan tegas bahwa ia akan melawan.

“Saya tidak takut, karena saya benar. Kami punya sertifikat. Ini bukan hanya tentang tanah, ini tentang harga diri rakyat kecil di negeri sendiri,” ujarnya.

Ia menyerukan agar Presiden RI, Kapolri, hingga KPK turun tangan untuk membongkar dugaan mafia tanah yang sudah merajalela.

Ketika Negara Diam, Rakyat Bertanya: Di Mana Keadilan?

Bukit Harimau adalah lebih dari sekadar lokasi. Ia kini menjadi simbol perjuangan rakyat yang hak-haknya direbut oleh kekuasaan yang dibungkus dokumen legal. Jika negara tetap diam, maka sejarah akan mencatat—bahwa negara pernah kalah oleh segelintir oligarki.

Apakah negara hanya berdiri di belakang mereka yang punya uang dan kuasa? Apakah hukum hanya berlaku untuk mereka yang tak punya akses?

Waktu BP Batam untuk Bicara Sudah Habis

Rakyat menanti. Keadilan sedang diuji. Mata publik seluruh Indonesia tertuju pada BP Batam: akankah mereka memilih keberpihakan pada keadilan, atau terus menjadi bagian dari narasi kelam ini?

Karena sekali negara gagal melindungi tanah rakyat yang sah, maka setiap jengkal tanah di negeri ini bisa terancam nasib yang sama.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait