close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

24.5 C
Jakarta
Kamis, Maret 5, 2026

Dari Sabang sampai Merauke, Geopark Indonesia Resmi Jadi 12 di Peta Dunia

JDNews.co.id – Indonesia kembali menorehkan prestasi di panggung dunia. Pada Sidang ke-219 Dewan Eksekutif UNESCO yang digelar di Paris, Mei 2025, dua taman bumi (geopark) dari Indonesia resmi ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark. Dengan penambahan ini, jumlah geopark Indonesia yang diakui dunia kini menjadi 12, membentang dari ujung barat Sabang hingga timur Merauke.

Dua geopark yang baru diakui tersebut adalah Geopark Ijen di Jawa Timur dan Geopark Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan. Kedua kawasan ini dinilai memiliki keunikan geologi, keanekaragaman hayati, serta budaya yang terpelihara oleh masyarakat setempat. UNESCO juga mengapresiasi pengelolaan kawasan ini yang berbasis konservasi dan edukasi, serta mampu mendorong perekonomian lokal melalui pariwisata berkelanjutan.

Geopark Ijen, misalnya, terkenal dengan fenomena api biru dan danau kawah asam terbesar di dunia. Sementara Geopark Maros-Pangkep merupakan rumah bagi deretan karst raksasa tertua dan terluas kedua di dunia setelah Tiongkok, lengkap dengan situs-situs prasejarah yang menggambarkan kehidupan manusia ribuan tahun silam.

Pengakuan UNESCO ini bukan hanya soal prestise, tetapi juga membuka peluang besar bagi daerah. Dengan status geopark global, kawasan-kawasan ini menjadi destinasi wisata kelas dunia, menarik minat wisatawan internasional sekaligus investor. Pemerintah daerah dan masyarakat ditantang untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian alam dan pertumbuhan ekonomi.

Hingga kini, 12 Geopark Indonesia yang telah masuk daftar UNESCO antara lain Batur (Bali), Gunung Sewu (DIY–Jawa Tengah–Jawa Timur), Ciletuh (Jawa Barat), Rinjani (NTB), dan Raja Ampat (Papua Barat). Keberagaman lanskap geologi Indonesia mencerminkan kekayaan alam dan budaya yang tersebar di seluruh nusantara sebuah potensi besar yang selama ini mungkin belum tergali secara maksimal.

Dengan capaian ini, Indonesia menegaskan diri sebagai negara megabiodiversitas dan sekaligus megageodiversitas. Kini tantangannya adalah bagaimana menjaga agar status geopark ini tidak hanya berhenti pada pengakuan, tetapi menjadi sarana untuk membangun masa depan yang berkelanjutan dari Sabang sampai Merauke.

Berita Terpopuler

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

22 PNS Pemko Batam Pensiun: Dedikasi dan Ucapan Terima Kasih

JDNews.co.id, Batam – Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi (HMR), diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, H Jefridin, melepas dan menyerahkan Surat Keputusan (SK)...

Ketua HMI MPO Cabang Batam Soroti Pembiaran Peredaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Dinilai Gagal

JDNews.co.id, Batam – Ketua Umum HMI MPO Cabang Batam Madani, Bachtiar Hadi, dengan tegas menyoroti semakin masifnya peredaran rokok ilegal di Kota Batam. Rokok...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait