Pekanbaru, JDNews.co.id – Viral di berbagai platform media sosial dan media online, sebuah video yang memperlihatkan keributan antara Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru, Iwan Pansa, dengan mantan Bupati Rokan Hulu sekaligus tokoh masyarakat Riau, Suparman, di Wareh Kupie Jalan Arifin Ahmad. Jum’at (1/4/2026),
Peristiwa yang terjadi di tengah ramainya pengunjung kafe tersebut memunculkan keresahan masyarakat. Dalam video yang beredar, suasana tampak memanas dan memicu ketidaknyamanan para pengunjung yang sedang berada di lokasi.
Andi, salah seorang pengunjung yang mengaku berada di tempat kejadian, menyebut situasi saat itu sangat mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Keributan itu terjadi di depan banyak pengunjung. Suasananya mencekam. Kehadiran rombongan yang datang bersama Iwan Pansa membuat pengunjung merasa tidak nyaman,” ujar Andi.
Ia juga menilai tindakan yang terlihat dalam video tersebut mencerminkan sikap arogan dan mempertontonkan gaya premanisme di ruang publik.
“Terlihat ada kata-kata kasar dan ancaman yang dilontarkan. Masyarakat tentu khawatir jika tindakan seperti ini dibiarkan dan seolah merasa kebal hukum,” tambahnya.
Viralnya video tersebut kini memicu reaksi publik di Pekanbaru. Banyak warga berharap aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap segala bentuk aksi intimidasi maupun premanisme yang meresahkan masyarakat.
Nama Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki turut menjadi sorotan. Keduanya dikenal publik memiliki rekam jejak tegas dalam menangani kasus kriminalitas dan aksi premanisme di berbagai daerah.
“Kami masyarakat Pekanbaru ingin kota ini aman dan nyaman. Kami percaya Kapolda dan Wakapolda Riau mampu menunjukkan komitmennya dalam memberantas premanisme tanpa pandang bulu,” kata Andi.
Masyarakat pun berharap aparat kepolisian segera mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan rasa aman warga tetap terjaga di Kota Pekanbaru.


