close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.9 C
Jakarta
Kamis, April 16, 2026

Menelusuri Spiritualitas dan Sejarah Umbul Jumprit: Dari Legenda Ki Jumprit hingga Pangeran Singonegoro

JDNews.co.id, Temanggung – Pada malam 21-22 September 2024, AD Anggoro, SE., SH., Pimpinan JD News, bersama Ketua DPW PERADMI(Persatuan Advokat Muslim) Jateng, Salim Ahmad, SH., LLM., dan Sekjen Darma Bakti Justitia Law Firm Jateng, Turyanto, mengunjungi Umbul Jumprit, yang terletak di Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Kunjungan ini tak hanya untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga meresapi nilai-nilai sejarah dan spiritual tempat tersebut.

Umbul Jumprit merupakan mata air yang terletak di lereng Gunung Sindoro pada ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut. Mata air ini tidak pernah kering, bahkan saat musim kemarau, dan menjadi sumber air bagi Sungai Progo. Keistimewaan ini membuat Umbul Jumprit menjadi situs spiritual penting di Jawa Tengah.

Menurut legenda, Umbul Jumprit adalah tempat persemayaman Ki Jumprit, seorang ahli nujum Kerajaan Majapahit yang meninggalkan istana untuk bertapa. Tempat ini juga dikaitkan dengan Pangeran Singonegoro, penasihat Prabu Brawijaya V yang melarikan diri ke tempat terpencil ini bersama dua pengawal dan seekor monyet putih bernama Ki Dipo. Pangeran Singonegoro bermeditasi di sini hingga akhir hayatnya dan dimakamkan di sekitar mata air ini. Hingga kini, banyak peziarah yang datang untuk meditasi dan penyucian diri di Umbul Jumprit.

Pada awal 1980-an, situs ini mulai dikenal sebagai tempat wisata religi, dan pada tahun 1987, Pemkab Temanggung menetapkannya sebagai kawasan wanawisata. Selain itu, Umbul Jumprit juga menjadi sumber air suci yang digunakan dalam perayaan Waisak di Candi Borobudur setiap tahunnya. Mata air ini dipercaya dapat menetralisir energi negatif dan membawa kesejukan batin bagi siapa saja yang memanfaatkannya.

AD Anggoro menyampaikan harapannya agar kunjungan ini dapat membawa pesan positif bagi masyarakat. “Air ini bukan hanya sakral, tetapi juga dipercaya mampu menetralisir energi negatif. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan semangat positif dan kedamaian batin bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Salim Ahmad menekankan pentingnya menjaga kelestarian tempat-tempat sakral seperti Umbul Jumprit. “Kami berharap tempat ini semakin dikenal dan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar, serta menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Jawa Tengah,” tuturnya.

Diskusi bersama pengelola Umbul Jumprit membahas strategi pelestarian dan pengembangan wisata religi ini. Turyanto menambahkan, “Melindungi situs seperti ini dari segi legalitas dan pelestarian adalah upaya kita untuk menjaga warisan budaya agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.”

Dengan sejarah yang kaya dan mitos yang melekat, Umbul Jumprit terus menjadi simbol spiritualitas yang menarik banyak peziarah dan wisatawan. Keindahan alam, nilai sejarah, serta aura mistis yang ada membuat tempat ini menjadi destinasi wisata religi yang istimewa di Jawa Tengah.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait