close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

34 C
Jakarta
Jumat, April 24, 2026

Menag Perkenalkan Kurikulum Cinta untuk Membangun Generasi Toleran

JDNews.co.id, Jakarta- Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Nasaruddin Umar, memperkenalkan konsep “Kurikulum Cinta” dalam acara Sarasehan Ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar pada Selasa (4/2/2025). Acara ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar, serta Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf.

Dalam pidatonya, Menag Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa “Kurikulum Cinta” bertujuan membentuk generasi muda yang tumbuh dengan nilai-nilai cinta dan toleransi, bukan kebencian. “Kami ingin anak-anak bangsa tumbuh dengan semangat persatuan dalam keberagaman, tanpa disusupi ajaran kebencian,” ujarnya.

Menag menegaskan bahwa pendekatan berbasis cinta akan mendorong generasi muda lebih menghargai perbedaan dengan penuh kesadaran emosional, bukan hanya secara formal. “Kita tidak perlu menyatukan agama, yang terpenting adalah mengajarkan kebenaran sesuai keyakinan masing-masing tanpa menumbuhkan kebencian kepada pihak lain,” tambahnya.

Toleransi Sejati sebagai Pilar Kedamaian

Menurut Nasaruddin Umar, toleransi sejati adalah kunci dalam menangkal provokasi dan menjaga harmoni dalam masyarakat. Ia menegaskan bahwa ajaran agama harus ditanamkan dengan cara yang membangun rasa saling menghormati, tanpa menumbuhkan kebencian terhadap mereka yang memiliki keyakinan berbeda.

“Jika sejak dini kita menanamkan nilai cinta, maka akan semakin sulit bagi pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa untuk mempengaruhi generasi muda kita,” tegasnya.

Dukungan dari PBNU

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap visi pemerintahan Indonesia, terutama bagi para ulama dan pengurus NU. Gus Yahya, sapaan akrabnya, menyatakan bahwa Nahdlatul Ulama harus mengambil peran aktif dalam mendukung visi pemerintah demi kemajuan bangsa.

“Nahdlatul Ulama siap berkontribusi dalam mewujudkan visi pemerintahan yang membawa manfaat nyata bagi bangsa,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan agar ulama dan pengurus NU semakin memahami visi tersebut agar dapat berperan dalam membangun Indonesia yang moderat dan toleran.

Pengenalan “Kurikulum Cinta” diharapkan dapat mencetak generasi yang lebih toleran, siap menghadapi tantangan global, serta mampu menjaga keberagaman dan menciptakan perdamaian dalam masyarakat. Kurikulum ini menjadi fondasi dalam membangun pendidikan karakter yang inklusif dan humanis.

Lebih dari sekadar pencegahan terhadap radikalisme dan kebencian, Kurikulum Cinta juga menjadi upaya strategis dalam membangun generasi yang berjiwa toleran, memiliki kesadaran sosial tinggi, serta siap menghadapi dinamika dunia dengan penuh cinta dan persatuan. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan.

sumber: infopublik.id

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait