close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

27.3 C
Jakarta
Rabu, Maret 18, 2026

Budidaya Maggot, Cara Unik Dewangga Cinta Bumi dan Raih Penghargaan

JDNews.co.id – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan, nama Dewangga muncul sebagai sosok inspiratif. Pria muda asal Yogyakarta ini sukses membuktikan bahwa cinta terhadap bumi bisa diwujudkan dengan cara yang unik dan bermanfaat: budidaya maggot. Lewat usahanya yang ia beri nama Dewangga Maggot Farm, ia tidak hanya berkontribusi pada pengurangan sampah organik, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Maggot, atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF), selama ini sering dianggap menjijikkan. Namun di tangan Dewangga, serangga kecil ini menjadi pahlawan lingkungan. Maggot mampu mengurai sampah organik dengan sangat cepat. Dewangga memanfaatkan kemampuan alami ini untuk mengolah limbah rumah tangga dan pasar tradisional menjadi pakan ternak bernilai tinggi. Hasilnya, volume sampah organik yang biasanya mencemari lingkungan dapat berkurang drastis.

Awal mula usaha ini berangkat dari keresahan Dewangga melihat tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Ia mulai bereksperimen secara otodidak di halaman rumahnya. “Saya pikir, daripada mengeluh soal sampah, lebih baik saya cari solusi sederhana tapi berdampak,” ujarnya. Dengan modal minim dan tekad besar, ia memulai budidaya maggot dari skala kecil, lalu berkembang pesat karena antusiasme masyarakat dan mitra usaha.

Keunikan pendekatan Dewangga terletak pada keterlibatan komunitas. Ia menggandeng warga sekitar, ibu rumah tangga, hingga anak muda pengangguran untuk terlibat dalam produksi maggot. Sampah dapur dikumpulkan dari rumah-rumah, lalu diolah di pusat budidaya. Selain mendapatkan tambahan penghasilan, warga juga belajar soal pentingnya pengelolaan limbah secara mandiri.

Berkat kontribusinya terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, Dewangga pun diganjar berbagai penghargaan, salah satunya “Eco Innovator Award 2024” dari Kementerian Lingkungan Hidup. Ia juga sering diundang untuk menjadi pembicara di seminar lingkungan dan wirausaha hijau. “Saya tidak menyangka, dari sesuatu yang dulu dianggap kotor dan remeh, bisa membawa manfaat sebesar ini,” katanya dengan senyum bangga.

Kini, Dewangga tengah mengembangkan aplikasi digital yang akan membantu masyarakat mempelajari budidaya maggot dari rumah. Ia percaya, masa depan lingkungan ada di tangan semua orang. “Kalau mau bumi kita bersih, semua harus ambil bagian, sekecil apa pun,” tutupnya. Lewat maggot, Dewangga membuktikan bahwa solusi lingkungan tidak selalu rumit. Kadang, jawabannya justru datang dari alam — dan dari niat baik untuk membuat perubahan.

Berita Terpopuler

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

22 PNS Pemko Batam Pensiun: Dedikasi dan Ucapan Terima Kasih

JDNews.co.id, Batam – Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi (HMR), diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, H Jefridin, melepas dan menyerahkan Surat Keputusan (SK)...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait