close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

31.1 C
Jakarta
Jumat, April 17, 2026

Mensos Pastikan 53 Sekolah Rakyat Beroperasi 2025: “Anak Bangsa Harus Sekolah”

JDNews.co.id – Menteri Sosial Tri Rismaharini memastikan bahwa sebanyak 53 Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi pada tahun 2025. Sekolah-sekolah ini dirancang khusus untuk menjangkau anak-anak dari keluarga tidak mampu, kelompok rentan, serta mereka yang sebelumnya terpaksa putus sekolah. Risma menegaskan, negara harus hadir untuk menjamin setiap anak mendapatkan hak dasarnya, terutama dalam hal pendidikan.

“Anak bangsa harus sekolah, tidak boleh ada yang tertinggal hanya karena masalah ekonomi,” tegas Risma saat menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Senin (6/5). Menurutnya, Sekolah Rakyat ini adalah bentuk kepedulian sekaligus komitmen pemerintah untuk menutup kesenjangan akses pendidikan di berbagai daerah.

Program ini merupakan bagian dari langkah strategis Kementerian Sosial dalam mendorong pemerataan pendidikan, terutama di wilayah terpencil, kawasan padat miskin, serta daerah-daerah pasca konflik sosial. Sekolah Rakyat akan menerapkan sistem belajar yang fleksibel, inklusif, dan menyesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar.

Kurikulum yang diterapkan tidak hanya mengacu pada standar pendidikan nasional, tetapi juga dilengkapi dengan pelatihan keterampilan dasar, seperti pertanian, kerajinan, dan kewirausahaan. Tujuannya agar anak-anak tidak hanya mendapat pengetahuan akademik, tetapi juga bekal hidup yang praktis. “Kami ingin mereka mandiri dan punya masa depan yang lebih baik,” tambah Risma.

Selain itu, para pengajar di Sekolah Rakyat ini berasal dari kalangan profesional, relawan pendidikan, dan tokoh masyarakat yang telah mendapat pelatihan khusus. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat dan dunia usaha, juga akan dilibatkan untuk memperkuat operasional sekolah secara berkelanjutan.

Dengan target 53 sekolah yang tersebar di 30 kabupaten/kota, program ini diharapkan menjadi solusi nyata untuk mengatasi buta huruf, putus sekolah, serta kemiskinan antargenerasi. “Kami tidak bisa menunggu lama. Setiap anak yang diselamatkan dari ketidaktahuan, adalah masa depan bangsa yang kita jaga hari ini,” pungkas Risma.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait