close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

31.1 C
Jakarta
Jumat, April 17, 2026

USDA Puji Ketahanan Pangan RI: Produksi Beras 2025 Capai Rekor Tertinggi

JDNews.co.id – Produksi beras Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Hal ini diungkapkan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) dalam laporan terbaru mereka yang menyoroti ketahanan pangan global. USDA menilai bahwa strategi pemerintah Indonesia dalam menjaga kestabilan sektor pertanian mulai menunjukkan hasil positif yang nyata.

Dalam laporan tersebut, USDA memperkirakan produksi beras Indonesia tahun 2025 bisa menembus angka 36,5 juta ton gabah kering giling. Angka ini merupakan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya, dan menjadi rekor tertinggi sejak dua dekade terakhir. Mereka mencatat, peningkatan produksi ini dipicu oleh program intensifikasi pertanian, distribusi pupuk yang lebih tepat sasaran, serta penggunaan varietas unggul yang tahan terhadap perubahan iklim.

Selain itu, dukungan infrastruktur pertanian seperti pembangunan irigasi, embung desa, dan modernisasi alat pertanian juga turut mendorong efisiensi produksi di lapangan. USDA menilai langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam membangun ketahanan pangan jangka panjang. “Kemajuan Indonesia dalam sektor beras patut diapresiasi sebagai langkah strategis dalam menghadapi tantangan global,” tulis laporan itu.

Pujian dari USDA ini menjadi angin segar bagi pemerintah dan petani Indonesia. Apalagi, dunia saat ini tengah menghadapi tantangan besar berupa krisis pangan akibat perubahan iklim, konflik geopolitik, serta gangguan rantai pasok global. Ketahanan pangan menjadi isu krusial, dan Indonesia dianggap berhasil menjaga stabilitas sektor pertanian di tengah kondisi yang tidak menentu.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian menyambut baik laporan tersebut. Menteri Pertanian menyatakan bahwa capaian ini tidak lepas dari kerja keras petani, penyuluh, serta dukungan lintas sektor. Ia juga menegaskan bahwa produksi tinggi bukan sekadar angka, tapi juga harus diiringi dengan pemerataan distribusi dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Ke depan, Indonesia masih punya tantangan besar untuk menjaga tren positif ini. Perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan regenerasi petani tetap menjadi pekerjaan rumah utama. Namun dengan apresiasi dari lembaga internasional seperti USDA, Indonesia semakin percaya diri bahwa ketahanan pangan nasional berada di jalur yang tepat.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait