close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

27.8 C
Jakarta
Jumat, April 17, 2026

Warga Botania Keluhkan Dampak Pemotongan Bukit, Banjir Kian Mengancam Saat Hujan Deras ‎.

‎Batam, JDNews.co.id – Warga di kawasan Botania, mengeluhkan dampak serius dari aktivitas pemotongan bukit (cut and fill) berskala besar yang diduga menjadi pemicu meningkatnya risiko banjir setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut. diduga banjir tersebut akibat dari aktivitas pematangan lahan proyek milik PT Bintan Jaya Husada yang berlokasi di Botania I, Kelurahan Belian.Selasa (16/12/2025).

‎Proyek tersebut sebelumnya telah mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan sempat disidak langsung oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra pada Rabu (09/04). Namun demikian, warga menilai hingga kini belum ada langkah konkret yang benar-benar dirasakan untuk mengatasi dampak lingkungan yang ditimbulkan.

‎Pemotongan bukit yang mencapai luas hingga berhektar-hektar itu dinilai telah mengubah kondisi lingkungan secara signifikan. Kawasan perbukitan yang sebelumnya hijau dan berfungsi sebagai daerah resapan air kini diratakan, sehingga air hujan tidak lagi terserap secara optimal dan langsung mengalir ke kawasan permukiman warga.

‎Akibatnya, setiap kali hujan deras turun, air meluap dan menyebabkan genangan bahkan banjir di sejumlah titik permukiman. Kondisi tersebut memicu keresahan dan kekhawatiran masyarakat, terutama karena banjir kini terjadi lebih sering dan dengan intensitas yang lebih parah dibandingkan sebelumnya.

‎“Dulu tidak pernah banjir separah ini. Sejak bukit dipotong, setiap hujan deras air pasti meluap ke rumah warga,” keluh salah seorang warga Botania.

‎Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan inspeksi lapangan, tetapi juga segera mengambil langkah nyata dan berkelanjutan. Warga meminta adanya penataan sistem drainase yang memadai, normalisasi aliran air, serta peninjauan kembali aspek perizinan dan analisis dampak lingkungan dari aktivitas pemotongan bukit tersebut.

‎Selain ancaman banjir, warga juga menyesalkan kondisi lingkungan yang kini tampak gersang dan kehilangan fungsi ekologisnya. Mereka khawatir, jika tidak segera ditangani secara serius, dampak yang ditimbulkan akan semakin meluas dan berpotensi membahayakan keselamatan serta kenyamanan masyarakat sekitar.

‎“Jangan sampai kami merasa seolah-olah dibiarkan. Kami hanya ingin lingkungan yang aman dan tidak terus dihantui banjir setiap kali hujan turun,” ujar warga lainnya.

‎Hingga berita ini diturunkan, warga Botania masih menantikan langkah tegas serta solusi konkret dari pemerintah dan pihak terkait guna mencegah dampak lingkungan yang lebih besar di masa mendatang.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait