close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

30.4 C
Jakarta
Rabu, April 8, 2026

Kenapa Pria Lebih Melek Finansial? Ini Fakta dan Tantangan Literasi Perempuan

JDNews.co.id – Kesadaran akan pentingnya literasi finansial semakin meningkat di tengah gempuran dunia digital dan gaya hidup konsumtif. Namun, data menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara pria dan perempuan dalam hal pemahaman keuangan. Survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2022 mencatat, indeks literasi keuangan pria mencapai 69%, sementara perempuan tertinggal di angka 63%. Angka ini mengindikasikan bahwa masih ada tantangan besar dalam membangun kesetaraan literasi keuangan di Indonesia.

Salah satu alasan utama pria lebih melek finansial adalah peran mereka yang secara tradisional lebih dominan dalam pengambilan keputusan ekonomi keluarga. Dalam banyak kasus, pria lebih dahulu terpapar urusan perbankan, investasi, hingga pengelolaan aset. Budaya patriarki yang masih kuat juga memperkuat persepsi bahwa urusan uang adalah wilayah laki-laki, sementara perempuan lebih diarahkan untuk fokus pada pengeluaran rumah tangga, bukan perencanaan keuangan jangka panjang.

Di sisi lain, perempuan menghadapi berbagai tantangan struktural dan sosial yang membuat mereka tertinggal dalam urusan finansial. Mulai dari rendahnya akses terhadap pendidikan keuangan, keterbatasan waktu akibat beban ganda (karier dan domestik), hingga rendahnya partisipasi dalam diskusi keuangan formal. Bahkan dalam rumah tangga, keputusan penting soal pinjaman, investasi, atau asuransi sering kali masih didominasi oleh suami.

Padahal, jika perempuan memiliki pemahaman finansial yang kuat, dampaknya bisa sangat luas. Perempuan cenderung lebih teliti dalam mengelola anggaran dan lebih berhati-hati dalam mengambil risiko finansial. Banyak studi menunjukkan bahwa ibu dengan literasi finansial baik mampu membawa perubahan signifikan dalam kesejahteraan keluarga, termasuk dalam hal pendidikan anak dan kesiapan menghadapi krisis ekonomi.

Untuk mengejar ketertinggalan ini, dibutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Edukasi keuangan harus dimulai sejak dini dan menyasar semua kalangan, termasuk ibu rumah tangga dan pekerja informal. Media digital, komunitas perempuan, dan program CSR perusahaan bisa menjadi jembatan penting dalam menyebarkan pengetahuan finansial secara merata. Pemerintah dan lembaga keuangan juga perlu memperbanyak produk dan layanan yang ramah perempuan.

Meningkatkan literasi finansial perempuan bukan hanya soal keadilan gender, tetapi juga investasi jangka panjang bagi masa depan ekonomi bangsa. Ketika perempuan melek finansial, mereka bukan hanya mampu mengelola uang, tapi juga berdaya dalam mengambil keputusan hidup. Sudah saatnya kita berhenti memandang perempuan sebagai pelengkap ekonomi dan mulai mengakui mereka sebagai penggerak utama perubahan keuangan di masyarakat.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

22 PNS Pemko Batam Pensiun: Dedikasi dan Ucapan Terima Kasih

JDNews.co.id, Batam – Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi (HMR), diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, H Jefridin, melepas dan menyerahkan Surat Keputusan (SK)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait