close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

32.1 C
Jakarta
Rabu, April 22, 2026

Tak Perlu Urus SIM Lokal, WNI Bisa Mengemudi di ASEAN dengan SIM dari Indonesia

JDNews.co.id – Kabar gembira datang bagi para pelancong dan pekerja asal Indonesia yang sering bepergian ke negara-negara Asia Tenggara. Mulai sekarang, warga negara Indonesia (WNI) tak perlu lagi repot mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) lokal saat ingin mengemudi di kawasan ASEAN. Cukup dengan membawa SIM nasional yang masih berlaku, WNI sudah diperbolehkan mengemudi di negara anggota ASEAN lainnya.

Hal ini merupakan bagian dari kerja sama regional dalam rangka integrasi ASEAN di bidang transportasi. Kesepakatan ini memungkinkan setiap negara anggota mengakui SIM nasional dari negara anggota lainnya, selama digunakan untuk kegiatan non-komersial seperti wisata atau perjalanan pribadi. Dengan begitu, WNI yang berkunjung ke Malaysia, Thailand, Singapura, atau negara ASEAN lain, tak perlu lagi antre di kantor lalu lintas setempat untuk mendapatkan izin mengemudi.

Namun, penting dicatat bahwa kebijakan ini hanya berlaku untuk SIM yang masih aktif dan sesuai dengan jenis kendaraan yang dikemudikan. Misalnya, SIM A dari Indonesia tetap hanya berlaku untuk mengemudi mobil penumpang, bukan kendaraan niaga. Selain itu, pemilik SIM juga harus mematuhi seluruh peraturan lalu lintas yang berlaku di negara tujuan, termasuk penggunaan sabuk pengaman, batas kecepatan, dan larangan menggunakan ponsel saat berkendara.

Pemerintah Indonesia menyambut baik kebijakan ini karena dinilai dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dan memperkuat hubungan antarnegara ASEAN. Selain itu, ini juga mengurangi beban administrasi, terutama bagi para WNI yang bekerja sementara atau studi di luar negeri, karena mereka tidak perlu lagi mengurus legalisasi atau pembuatan SIM baru.

Meski demikian, ada baiknya WNI yang ingin mengemudi di luar negeri tetap membawa SIM Internasional sebagai dokumen pendukung, terutama jika negara tujuan memiliki ketentuan tambahan. Beberapa negara mungkin masih meminta terjemahan resmi atau dokumen tambahan sebagai bentuk verifikasi, meskipun pada dasarnya sudah menerima SIM nasional Indonesia.

Dengan adanya kebijakan ini, perjalanan lintas negara di kawasan ASEAN menjadi lebih mudah dan efisien. Bagi WNI yang ingin menjelajah darat dari Jakarta ke Bangkok, misalnya, tak perlu lagi mengkhawatirkan urusan legalitas SIM. Yang terpenting, pastikan kendaraan dalam kondisi prima, SIM dan dokumen perjalanan lengkap, serta tetap disiplin dalam berlalu lintas.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait