close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

27.7 C
Jakarta
Senin, April 20, 2026

Langkah Hijau dari Pantura: Cirebon Bakal Jadi Rumah PLTB Pertama di Jawa

JDNews.co.id – Angin segar berembus dari wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat. Cirebon dipastikan akan menjadi lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) pertama di Pulau Jawa. Proyek energi terbarukan ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mendorong transisi energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

PLTB Cirebon direncanakan memiliki kapasitas awal sebesar 100 megawatt (MW), dengan potensi ekspansi hingga 200 MW. Lokasinya berada di kawasan pesisir timur Kabupaten Cirebon yang dikenal memiliki kecepatan angin cukup stabil sepanjang tahun. Proyek ini akan dikerjakan oleh konsorsium swasta nasional dan asing yang sudah berpengalaman membangun PLTB di Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Menurut Kementerian ESDM, Jawa merupakan wilayah dengan konsumsi listrik tertinggi di Indonesia. Namun hingga kini, kontribusi energi terbarukan di pulau ini masih sangat minim. Masuknya PLTB ke Cirebon diharapkan menjadi titik balik penting dalam peta energi hijau di Jawa.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, menyambut positif proyek ini. Ia menyebut keberadaan PLTB tidak hanya akan menambah pasokan listrik bersih, tapi juga membuka peluang kerja dan investasi baru di wilayahnya. “Kami sudah siapkan lahan dan mendukung penuh proses perizinan agar pembangunan bisa segera dimulai,” ujarnya.

Selain dampak ekonomi, PLTB Cirebon juga diyakini membawa manfaat lingkungan. Dengan memanfaatkan angin sebagai sumber utama, emisi karbon bisa ditekan secara signifikan. Setiap 1 MW kapasitas PLTB setara dengan pengurangan emisi sekitar 2.500 ton CO₂ per tahun dibanding pembangkit berbahan bakar batu bara.

Jika proyek ini sukses, Cirebon tak hanya dikenal sebagai kota udang dan batik, tapi juga pionir energi angin di Jawa. Pemerintah berharap model serupa bisa direplikasi di wilayah lain yang memiliki potensi angin memadai. Langkah hijau dari Pantura ini menjadi sinyal bahwa energi masa depan Indonesia tengah bergerak ke arah yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait